• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 17 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Hukum&Kriminal

Abang Bacok Adik di Tigalingga Dairi, Diduga Gara-gara Warisan

Editor: Suganda
Selasa, 16 April 2024
Kanal: Hukum&Kriminal

Editor:Suganda

Selasa, 16 April 2024
Abdi Darma Manalu mendapat perawatan di RSUD Sidikalang.

Abdi Darma Manalu mendapat perawatan di RSUD Sidikalang.

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Dairi, POL | Luka di rahang kiri Abdi Darma Manalu (53) harus mendapat 120 jahitan lebih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang sejak Sabtu (12/4/24).

Ditemui Mistar.id di ruang rawat inap Dahlia, Senin (15/4)24), Abdi mengatakan, dirimya terbaring di rumah sakit karena dibacok oleh abang kandungnya S Manalu (73), di Dusun Lau Ipuh, Desa Lau Pakpak, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Jumat (12/4/24) malam sekira pukul 23.30 WIB.

Abdi yang mengaku anak bungsu di keluarganya mengaku sudah 13 tahun merantau dan sengaja pulang kampung dari Provinsi Jambi untuk menemui abangnya S Manalu selaku anak sulung yang saat ini tinggal sendiri di rumahnya di Desa Lau Pakpak.

Dia pulang ke kampung halaman untuk mempertanyakan pembagian tanah warisan dari orang tua mereka yang sudah dibicarakan sebelumnya.

“Belum berapa lama saya di kampung dan tinggal di rumah abang saya. Dia tinggal sendiri di rumah itu. Waktu itu saya tidur sendiri di rumah, dan jam sudah pukul 23.30 WIB,’ tutur Abdi menceritakan awal mula kejadian.

Saat itu, lanjut Abdi, abangnya pulang ke rumah dengan kondisi sudah minum tuak, lalu beberapa kali pintu menggedor pintu. “Nggak langsung saya buka,” lanjutnya.

Tak lama kemudian Abdi akhirnya membuka pintu. “Dia marah-marah, kami pun bertengkar,” sambung Abdi.

Namun, seperti kesurupan, S Manalu langsung mengambil parang lalu membacok adik kandungnya itu.

Abd mengaku bahwa dia sama sekali tidak memberikan perlawanan terhadap abangnya itu. Dalam kondisi mengalami luka bacok, dia langsung berlari keluar dan meminjam sepeda motor milik tetangganya.

Ia kemudian mengendarai sepeda motor itu ke rumah kepala desa. Sesampai di sana, Abdi kemudian diantar ke Puskemas Tigalingga sebelum dirujuk ke RSUD Sidikalang.

Usai kejadian itu, S Manalu disebut telah diamankan pihak kepolisian. Mengetahui abangnya telah diamankan polisi, Abdi mengaku akan berupaya membebaskan abangnya itu begitu dirinya keluar dari rumah sakit.

Menurut Abdi, pertimbangan itu karena alasan kemanusiaan, lantaran usia abangnya yang sudah 73 tahun serta tinggal sebatang kara di rumah.

“Gimalah perasaan ku. Sudah lansia dan dia juga tinggal sebatang kara di rumah itu karena duda tua. Sekarang dia harus dipenjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya,” katanya.

Selain itu, Abdi juga berniat menyelesaikan perjanjian pembagian harta warisan orang tua mereka yang sudah dibicarakan sebelumnya agar dibagi secara merata kepada ahli waris secara keseluruhan.

“Jangan karena anak sulung, harta warisan dikuasai sendiri,” kata Abdi sembari menyesali tindakan abangnya.

Meurut Abdi, jauh sebelumnya, dia sudah berusaha mengajak abangnya membicarakan soal warisan itu secara baik-baik. “Entah dia terprovokasi atau terhasut, makanya sampai bertindak anarkis seperti itu kepada adiknya kandung,” sambung Abdi.

Meski mengaku tidak tahu persis penyebab murka sang abang, Abdi bersyukur bahwa pihak kepolisian bertindak cepat dengan mengamankannya. “Biar dia lebih nyaman. Kita tidak tau apa yang terjadi nanti.

Kalau dia menyesali perbuatannya, saya maafkan. Yang pasti aku sayang sama abang ku,” tutur Abdi.

Terpisah, Kepala Desa Lau Pakpak, Manapar Malau saat dihubungi Mistar.id, membenarkan motif cekcok abang beradik itu gegara pembagian tanah warisan orang tua.

“Ku dengar gara-gara pembagian harta warisan orang tuanya, bukan karena mabuk tuak,” kata Manapar.

Pantauan wartawan di Ruang Inap Dahlia RSUD Sidikalang, Senin (15/4/24), Abdi didampingi tiga putranya yang masih di bawah umur. (MS)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Perang Iran vs Israel Bakal Bikin Harga BBM Naik!

Berita selanjutnya

Curi 10 HP, Pria Asal Taput Ditangkap di Siantar

TERBARU

Buka Puasa Bersama Insan Media dan Ormas, Rico Waas Ajak Perkuat Persatuan dan Soliditas Kota Medan

Senin, 16 Maret 2026

Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita Membuka Ruang Saran dan Masukan Maupun Aspirasi Masyarakat

Minggu, 15 Maret 2026

Rico Waas Hadiri Silaturahmi Menko Polkam, Bahas Kondisi Sosial Sumut

Minggu, 15 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd