• Redaksi
  • Hubungi Kami
Minggu, 8 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Terungkap, Pasutri Asal Indonesia Pengebom Gereja di Filipina

Editor: Suganda
Rabu, 24 Juli 2019
Kanal: Internasional, Nasional

Editor:Suganda

Rabu, 24 Juli 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Kepolisian Republik Indonesia bekerja sama dengan aparat keamanan Filipina untuk memastikan identitas pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral di Jolo, Filipina, pasangan suami istri berkewarganegaraan Indonesia. Polri dan otoritas keamanan Filipina akan melakukan tes DNA terhadap sisa potongan tubuh diduga pelaku yang tercecer di lokasi kejadian.

“Namun demikian, dugaan ini tentunya nanti dari sisi saintifik, Densus 88 sudah bekerja sama dengan kepolisian Filipina dari data tes DNA beberapa potongan tubuh yang didapat di TKP nanti akan dicocokan dengan pihak keluarga yang ada di Sulawesi,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7).

Setelah pembuktian secara ilmiah dilakukan, Dedi melanjutkan, kepolisian akan mengumumkannya secara terbuka di depan media. Karena saat ini, dugaan masih didapat hanya dari keterangan tersangka teroris Yoga dan N yang ditangkap di Padang, Sumatera Barat, Kamis, 18 Juli lalu. Sedangkan Yoga ditangkep di Malaysia.

“Secara ilmiah akan lebih menguatkan keterangan sementara yang di berikan oleh beberapa tersangka yang sudah di tangkap,” jelas Dedi.

Berangkat ke Filipina pada 2018

Terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral di Jolo, Filipina, diduga merupakan pasangan suami istri asal Sulawesi Selatan. Hal itu didapat dari keterangan N, tersangka teroris ditangkap di Padang, Sumatera Barat, Kamis, 18 Juli lalu.

Selain mendapatkan informasi dari N, keterangan juga digali dari Yoga, jaringan JAD Kalimantan Timur yang ditangkap di Malaysia beberapa waktu lalu. Kedua pelaku berangkat ke Filipina pada bulan Desember 2018.

“Informasinya berangkat melalui jalur gelap ke wilayah sana,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7).

Ia juga menyampaikan, kedua pelaku merunut pada rekam jejak sudah sejak lama terpapar paham ekstrimisme. Bahkan masih menurut Dedi, diketahui keduanya secara sadar berangkat ke Filipina untuk menjadi pengantin atau pelaku bom bunuh diri.

“Ada juga kesanggupan yang bersangkutan untuk menjadi pengantin suicide bomber,” papar Dedi.

Hal itu, kata Dedi, atas sepengetahuan Andi Baso. Andi Baso sendiri merupakan penghubung antara Saefullah yang juga merupakan master mind atau aktor intelektual teroris Padang N, dengan kedua pasangan tersebut.

“Andi Baso juga menginformasikan ke master mind-nya Saefullah, siap, maka ada konunikasi dengan jaringan yang ada di Filipina,” jelas Dedi.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Indonesia dan Filipina berhasil mengidentifikasi dua orang pelaku pengeboman Gereja Katedral di Jolo, Filipina. Pelaku diketahui sebagai Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Mereka merupakan pasangan suami istri asal Sulawesi.

Hal itu, kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo berkat menggali keterangan dari Yoga dan Yondri yang ditangkep di Malaysia. Yoga ini diketahui merupakan jaringan JAD Kalimantan Timur, sedangkan Yondri belum diketahui.

“Setelah penangkapan saudara Yondri dan penangkapan Yoga di Malaysia baru terkait, ternyata pelaku suicide bomber di Filipina adalah dua orang Indonesia atas nama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh,” kata Dedi di Kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).

Yoga sendiri, menurut keterangan Dedi merupakan salah satu teroris yang dikendalikan oleh seorang aktor intelektual bernama Seafullah. Saefullah ini, kata Dedi, saat ini diduga sedang berada di Khurasan, Afghanistan.

Saefullah juga diketahui sebagai penyumbang dana bagi terduga teroris N yang ditangkap di Padang, Sumatera Barat pada Kamis, 18 Juli 2019 lalu.

Pihak kepolisian Filipina merasa kesulitan mengidentifikasi tersangka pengeboman Katedral di Jolo, Filipina. Hal ini kata Dedi disebabkan karena mereka masuk melalui jalur ilegal ke Filipina, sehingga tidak ada rekama jejaknya. Terlebih lagi, Dedi melanjutkan, hasil tes DNA yang dilakukan otoritas Filipina tidak memiliki pembandingnya.

Menurut Dedi, awalnya pihak kepolisian Filipina menduga-duga bahwa tersengkanya berasal dari Indonesia. “Pelakunya diduga orang Indonesia, karena logat dan bicaranya, kebiasaannya seperti kebiasaan orang Indonesia,” jelas Dedi. Baru pasca ditangkapnya Yoga, pihak kepolisian bisa mengidentifikasi keduanya.(LP)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Densus 88JADPengeboman Gereja
Berita sebelumnya

Soal Penangkapan 2 Truk Bungker Solar Bersubsidi Tanjungbalai, Poldasu Bungkam?

Berita selanjutnya

Tim SAR Temukan Bocah Hanyut di Sungai

TERBARU

Perkuat Keamanan Identitas Digital Berbasis Jaringan, Telin Luncurkan Mobile Network Verification

Minggu, 8 Maret 2026

Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas Medan Timur, Rico Waas Dorong Pengaktifan Poskamling di Seluruh Lingkungan Kota

Sabtu, 7 Maret 2026

Safari Ramadhan di Panai Tengah, Bupati Serahkan 12 Unit AC, 50 Paket Sembako BAZNAS dan 50 Paket Pribadi

Sabtu, 7 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd