• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 24 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

Ternyata Batu Goncang Bukan Judi, Tapi Bagian dari Tradisi Budaya

Editor: Editor
Jumat, 13 Oktober 2023
Kanal: Kota

Editor:Editor

Jumat, 13 Oktober 2023
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Maraknya pemberitaan soal Batu Goncang yang disebut praktik perjudian, membuat Seniman Kota Medan Tan A Kong alias Abeng angkat bicara.

Seniman ini membantah jika Batu Goncang adalah judi. Sebab menurutnya, Batu Goncang adalah budaya Melayu dan Minang yang sudah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu.

“Batu goncang ini budaya, budaya Melayu dan Minang. Karena si pemandu acara bernanyi dan berpantun sembari menyebut nomor undian yang keluar. Jadi, batu goncang ini bukan praktik perjudian. Jadi salah, jika ada yang menyebut jika Batu Goncang adalah judi. Apalagi hadiah yang diberikan pada hiburan batu goncang berbentuk barang sebagai bentuk penghargaan kepada seseorang yang memenangkan event atau hiburan batu goncang. Seperti lokasi hiburan Batu Goncang di Komplek Cemara Asri,” ujar Tan A Kong atau yang akrab disapa Abeng kepada wartawan di Medan, Jumat (13/10/2023) siang.

Dikatakan Abeng, jika memang Batu Goncang adalah perjudian, tidak mungkin pihak pemerintah dan kepolisian mengeluarkan ijin untuk beroperasi.

“Seperti hiburan Batu Goncang di Cemara Asri misalnya. Pemiliknya mengantongi ijin baik dari Dinas Sosial dan ijin keramaian yang dikeluarkan pihak kepolisian setempat. Jadi hiburan batu goncang di Komplek Cemara Asri itu resmi bukan ilegal,” jelas Abeng.

Bahkan kata Abeng, Saking populernya, hiburan batu goncang kini berkembang pesat diluar negeri seperti Malaysia dan Thailand.

“Karena budaya batu goncang berkembang pesat di Malaysia dan Thailand, sampai-sampai para seniman yang ada di Sumatera Utara khususnya Kota Medan dan Deliserdang pergi bekerja disana,” ujar Tan A Kong alias Abeng.

Menurut Abeng, batu goncang adalah salah satu hiburan yang merakyat. Jadi tidak salah ada seorang pengusaha yang menggelar hiburan tersebut, terlebih menjelang Pemilu 2024 mendatang.

“Kita tau, tahun ini adalah tahun Pemilu. Jadi masyarakat butuh hiburan agar tidak terlalu tegang. Apalagi hiburan batu goncang ini sangat populer karena sudah terkenal sejak ribuan tahun lalu,” tutur Tan A Kong/Abeng. (POL/ISV)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: BagianBatu GoncangJudiTradisi Budaya
Berita sebelumnya

Pemkab Labuhanbatu Gelar Rapat Teknik Penyusunan  Rencana Aksi Reformasi Birokrasi General dan Tematik

Berita selanjutnya

Ketua Umum GEMKARA Khairul Muslim Keberatan Namanya Dicatut Medukung Bacaleg Ikhwan Lubis

TERBARU

Pemkab Simalungun Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H/2026 M di Halaman Kantor Bupati

Minggu, 22 Maret 2026

Salat Idulfitri 1447 H, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Bangun Medan untuk Semua

Sabtu, 21 Maret 2026

Wali Kota Medan Salurkan Zakat ASN Pemko Medan Kepada 948 Mustahik, Rico Waas:  Keikhlasan Membantu Sesama

Sabtu, 21 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd