Siborong-borong, POL | Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMA se Kabupaten Tapanuli Utara di sekolah SMA PGRI-20 Siborong-borong,Rabu (13/09/2023) berlangsung sukses. Sebanyak 296 orang peserta guru bidang IPS dari 25 sekolah SMA Negeri dan Swasta yang ada di Taput dengan tekun mengikuti acara tersebut.
Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Wilayah IX Sumut Drs.Alfred Hasiholan Silalahi,MSi saat membuka MGMP tersebut meminta kepada seluruh guru peserta MGMP supaya fokus mengikuti acara musyawarah dengan melupakan sementara urusan rutin di rumah .
Guru harus mampu memposisikan diri dengan ” zaman now” (masa kekinian) selaras dengan kondisi siswa. Beda guru yang dulu dan beda sekarang. Demikian halnya siswa dulu dan sekarang juga berbeda.
Sekarang, siswa lebih terbuka ,lebih agresif dan gampang bergaul.Siswa sekarang melek teknologi,akrab dengan medsos,bergaul dengan internet keseharian. Untuk itu guru harus menguasai IT sesuai perkembangan zaman now. “Menyelaraskan kondisi sekarang, guru harus aktif,kreatif dan menyenangkan sehingga kedatangan guru ditunggu siswa di kelas. Jadi strategi mengajar itu penting dikuasai guru untuk membuat siswa lebih tertarik”, ujar Alfred.
Kacabdis Wil IX Diknas Sumut yang pintar berkomunikasi ini mencontohkan bagi guru bahasa Indonesia dengan membuat kalimat “Ibu tidur,ayah naik dan abang mengintip”. Jika seperti ini pasti siswa tidak akan mengantuk di kelas ,ujar Alfred yang disambut tawa para hadirin.
Alfred menambahkan, faktor penentu maju nya dan berkualitas nya sebuah sekolah bukanlah semata-mata ditentukan faktor sarana, misalnya laboratorium dan ruangan kelas. “Seperti kita saksikan hari ini ,gedung SMA PGRI 20 Siborong-borong sangat sederhana. Namun tampilan siswanya dalam memainkan tarian dan seni ,para lulusan yang masuk ke Perguruan Tinggi Negeri cukup lumayan. Jumlah siswanya pun banyak,tidak sebanding dengan ruangan belajar nya”, ujar Alfred bangga dengan profesionalisme yang dimiliki Kepala SMA PGRI-20 Siborong-borong Alpa Simanjuntak.
Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Tapanuli Utara Belman Panjaitan, MPd mengatakan kegiatan MGMP di Taput akan dilakukan dua kali lagi dan bulan November akan dilaksanakan seminar. “MGMP ini dari kita,untuk kita dan oleh kita”, ujar Belman singkat.
Banyak Makna
Kepala SMA PGRI-20 PGRI Siborong-borong Drs.Alpa Simanjuntak,MPd menjelaskan, acara MGMP merupakan program dan terobosan Kacabdis Wil IX Diknas Sumut Drs.Alfred Hasiholan Silalahi,MSi. Kegiatan ini mengandung banyak makna. Selain peserta mendapatkan ilmu,bisa saling mengenal sesama guru IPS di Taput sekaligus studi banding. Para Kepala Sekolah juga dapat melihat kondisi seluruh sekolah SMA yang ada di Taput, ujar Alpa Simanjuntak mantan Kepala SMAN-1 Siborong-borong ini.
Caleg DPRD Taput dari Partai Perindo ini menambahkan,kegiatan MGMP tahun ini berlanjut bulan Oktober depan,dan seminar bulan November dan kegiatan Pesparawi bulan Desember dan ada tukar kado sesama Kepala Sekolah guna mempererat kekompakan dan tali persaudaraan, ujar Alpa Simanjuntak.
Sebelumnya, Ketua Panitia Roddi Binsar Rajagukguk,SPd menjelaskan kegiatan MGMP bidang studi IPS SMA se Taput kali ini diikuti 296 orang guru yang terdiri dari mata pelajaran Agama, PKN, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Seni Budaya, Bahasa Asing.
Turut mendampingi Kacabdis antara lain Kepala Seksi SMA Dra.Doharta Hutabarat, Kepala Seksi SMK Rudianto Sinaga,MPd. Sedangkan Kepala SMA yang hadir antara lain Drs.Herbin Togatorop,MPd (Kepala SMAN-1 Siborong-borong) dan hampir seluruh Kepala SMA se Tapanuli Utara tampak hadir dengan suasana penuh keakraban. (POL/Bindu Hutagalung).







