Medan, POL | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengharapkan agar hasil karya para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumut tidak hanya sebatas dipamerkan, tetapi harus dikembangkan dan dipasarkan. Sehingga bisa lebih berkembang dan bermanfaat bagi siswa dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi pada acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 Tingkat Provinsi Sumut, Kamis (2/5) di halaman Kantor Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bangunan dan Listrik (PPPPTK-BBL) Medan.
“Bukan hanya dijadikan suatu tontonan, bukan sekedar pameran tapi dijadikan satu kepastian untuk kita semua,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi, ketika meninjau stan-stan pameran pekan pendidikan dan kebudayaan yang berada di lokasi Peringatan Hardiknas, bersama sang istri yang juga Ketua TP PKK Pemprov Sumut Nawal Lubis, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan istri yang juga Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari.
Gubernur menceritakan, setiap datang ke SMK dan pameran-pameran, selalu melihat yang dipamerkan bagus-bagus. Namun sayangnya, setelah itu yang dipamerkan tidak terlihat lagi. Padahal, katanya, Pemprov Sumut telah menyediakan reward bagi para siswa yang berkualitas dan berprestasi.
Karenanya, Gubernur mengharapkan kepada para tenaga pendidik yang ada di Sumut, agar benar-benar mendidik dan membina anak-anak didiknya. “Didik, calon-calon pemimpin yang akan datang, biar jago. Setiap sekolah, pendidikan di luar sana, ada di Jepang, London. Orang Sumatera Utara, pasti masuk di lingkaran ‘the big ten’ (sepuluh besar),” sebutnya.
Edy Rahmayadi juga mengapresiasi hasil karya-karya anak Sumut. Karena itu, ke depan Pemprov Sumut akan terus mendorong dan ikut ambil bagian dalam pengembangannya. Saat berkunjung ke Jepang, kata Edy, dirinya telah bertemu dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang agar nantinya anak-anak dari Sumut dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang. “Mereka setuju dan nantinya anak-anak terampil dari Sumatera Utara diberi pelatihan bahasa Jepang di Sumut, sebelum bekerja di Jepang,” katanya.
Upaya lain yang dilakukan, membekali keterampilan dan kecakapan yang disertai dengan penanaman jiwa kewirausahaan. “Semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah,” katanya. (POL/W)







