• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 11 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Politik

Waspadai ‘Caleg Hantu’!

Editor: Suganda
Senin, 21 Januari 2019
Kanal: Politik

Editor:Suganda

Senin, 21 Januari 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Masyarakat diharapkan cermat dengan tidak memilih calon anggota legislatif (caleg) hantu. Caleg hantu merupakan sebutan bagi calon wakil rakyat yang tak menyambangi atau melupakan daerah pemilihannya.

Peneliti Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Syafuan Rozi Soebhan mengatakan, masyarakat harus memilih para caleg memiliki program jangka panjang pada Pemilu serentak 17 April mendatang. Menurut dia, para caleg pun seharusnya menyambangi daerah pemilihannya bukan mengandalkan serangan fajar atau membagikan uang melalui tim suksesnya.

“Kita tidak mau mencari kucing dalam karung karena dibayar, dia (caleg) hibur kita selama kampanye tapi lalu meninggalkan kita dengan kemacetan, pengangguran, jalan yang gelap, sampah di mana-mana, kejahatan luar biasa, narkoba,” kata Syafuan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/1).

Direktur Riset dan Kebijakan Lembaga Kajian, Pengembangan dan Partisipasi Masyarakat ini meyakini masyarakat mulai cerdas dalam menyikapi pesta demokrasi. Masyarakat, khususnya generasi milenial disebut Syafuan tak serta merta akan menerima uang dari para caleg yang akan membiarkan daerah pemilihannya terbengkalai. Hal ini dikemukakan Syafuan terkait peluang caleg petahana dalam pesta demokrasi kali ini.

“Masyarakat mulai cerdas dan menurut saya ketika masyarakat meletakkan pohon pisang di jalan yang tidak diperbaiki itu sekaligus menyampaikan ke temannya yang terima uang, dia (caleg dipilih) menang tapi enggak mengurus jalan kita karena merasa sudah bayar di depan,” ujar dia.

“Nah itu masyarakat mulai sadar untuk jangan mau terima DP. Terima DP nanti di belakang hari kita tidak diurus. Tapi kalau milih orang yang tepat, yang benar, dia akan urus 5 tahun ke depan bagaimana jalan kita itu bagus, dari kualitas jalannya, drainase dan lainnya,” kata Syafuan.

Sejumlah petahana diketahui kembali maju dalam Pemilu serentak 2019, salah satunya di Dapil Jakarta III yang dipandang sebagai salah satu daerah dengan persaingan terkeras untuk para calon legislatif. Senada dengan Syafuan, Ahmad Sahroni selaku caleg petahana dari NasDem, mengingatkan masyarakat untuk arif memilih wakil rakyat yang memperhatikan daerah pemilihannya.

“Uang memang penting, bohong kalau kita tidak butuh uang, apapun sekarang membutuhkan uang, apalagi di ibu kota. Tapi jangan juga kita diperbudak oleh uang sampai membutakan mata kita memilih wakil rakyat yang hanya mau dipilih tapi tidak mau memperhatikan dapil setelah terpilih,” kata Sahroni.

“Jakarta III dijuluki sebagai dapil neraka, saya justru menilai dapil ini sebagai dapil hantu karena pada pemilu sebelumnya banyak caleg tak menyambangi wilayah-wilayah di daerah pemilihannya namun memperoleh suara besar,” imbuhnya.

Sahroni mencontohkan, sebagai wakil rakyat yang terpilih dari Dapil III dirinya tak pernah melewatkan berbagai kesempatan untuk mengunjungi kembali daerah-daerah yang telah mengantarnya menduduki kursi DPR. Dengan bertatap muka di daerah pemilihannya, menurut Sahroni, kepentingan masyarakat akan diketahui tanpa ditungangi pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan pribadi.

“Selama hampir lima tahun, saya tidak pernah melewatkan jadwal reses, kunjungan kerja maupun sosialisasi empat pilar. Momentum itu saya manfaatkan untuk mendatangi berbagai wilayah di daerah pemilihan secara bergiliran untuk mengetahui apa persoalan dirasakan masyarakat,” ungkap pria yang lekat dengan sebutan Anak Priok ini.

“Saya ingin mengetahui secara langsung persoalan masyarakat saya bisa mendorong penyelesaian melalui komunikasi dengan Pemprov DKI ataupun DPRD Jakarta,” kata dia.

Ditambahkan Sahroni, dirinya juga membentuk organisasi Ahmad Sahroni Center (ASC) sejak lima tahun lalu agar dapat lebih menyerap aspirasi masyarakat. Dalam.kegiatan Sahroni melalui ASC juga selalu melibatkan tokoh masyarakat setempat, baik ketika kunjungan kerja, sosialisasi empat pilar maupun event lain seperti pengobatan gratis. ASC sekaligus menjadi wadah penghubung masyarakat yang ingin mengeluhkan persoalan di lingkungannya kepada Sahroni untuk kemudian dicari solusinya.(Mer/P03)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: 'Caleg Hantu'Pemilu 2019
Berita sebelumnya

Eksepsi, Merry Purba Minta Hakim Batalkan Dakwaan KPK

Berita selanjutnya

Alamak, Anak Belasan Tahun Terciduk karena Serbuk Sabu

TERBARU

FGD Board of Peace, Anggota DPD RI KH. M Nuh MSP : Kompromis tapi Tidak Boleh Larut

Selasa, 10 Februari 2026

Dukung Pawai Obor Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Menilai Kegiatan Positif Dorong Semangat Kebersamaan Anak Muda

Selasa, 10 Februari 2026

Buka Pasar Murah Imlek, Rico Waas: Medan Adalah Simbol Keberagaman Indonesia

Selasa, 10 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd