• Redaksi
  • Hubungi Kami
Senin, 9 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Indonesia di Ambang Resesi, Siapkan Dana Darurat hingga Asuransi

Editor: editor
Kamis, 6 Agustus 2020
Kanal: Ekonomi

Editor:editor

Kamis, 6 Agustus 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Pandemi virus corona membuat perekonomian Indonesia berada dalam tekanan. Bahkan, kini ekonomi Indonesia berada dalam ancaman resesi.

Bagaimana tidak, pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia -5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Jika pada kuartal III-2020 ekonomi minus lagi, maka secara sah Indonesia mengalami resesi.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pada masa krisis hal yang paling penting adalah menjaga likuiditas. Maksudnya adalah bagaimana pentingnya menjaga nilai kecukupan harta likuid tunai harta yang dimiliki yang bisa dengan mudah dicairkan.

“Kalau dalam situasi sekarang tuh namanya situasi serba tidak pasti. Perlu penting sekali kita bisa menjaga likuiditas. Likuiditas ini sumber keuangan yang bisa kita akses kapan saja kalau kita mengalami kondisi darurat,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (6/8/2020).

Menurut Mike, likuiditas yang harus dijaga mencakup pertama adalah untuk dana darurat, investasi dan juga asuransi. Adapun dana darurat ini sangat penting untuk mengcover kebutuhan yang tak bisa dipenuhi dengan asuransi.

Kemudian yang kedua adalah untuk investasi. Namun, dalam menginvestasikan ini juga perlu berhati-hati dan harus memilih yang sifatnya konservatif agar lebih aman.

“Likuiditas ini bisa dana darurat atau bisa juga berupa investasi kita yang dialokasikan ke dalam sebuah produk investasi yang memang resikonya kecil jadi gabungan dari dana darurat dan sebuah jenis investasi yang memang dia dikelola secara konservatif,” jelasnya.

Lalu jangan lupa untuk menyiapkan asuransi. Khususnya asuransi yang bisa mengcover risiko keuangan tertentu seperti kesehatan dan kematian.

“Selain itu juga perlu ada tambahan asuransi yang bisa mengcover sejumlah risiko keuangan tertentu. Misalnya risiko kesehatan, risiko meninggal dunia. Jadi menjaga likuiditas dana darurat iya, investasi konservatif , dan asuransi. Itu menjaga likuiditas,” kata Mike.(Oke)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: AncamanAsuransiDana DaruratKrisis EkonomipandemiResesiVirus Corona
Berita sebelumnya

Ini Makna Tema Indonesia Maju di HUT RI ke-75

Berita selanjutnya

Korban Jiwa Akibat Ledakan Beirut Jadi 135 Orang

TERBARU

Terkait Bantuan Huntap Bencana, DPRD Sumut Surati Bupati Tapteng Soal Oknum Plt Camat Barus Sebut Ada ASN Catut Nama Dewan

Sabtu, 7 Februari 2026

Ketua DPRD Medan Ucapkan Selamat HPN 2026, Pers Sehat Fondasi Bangsa Kuat

Sabtu, 7 Februari 2026

Anggota DPD RI Muhammad Nuh Bersilaturahmi ke Pesantren Al Manar Jambi

Sabtu, 7 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd