Langkat, POL | Hingga Sabtu (19/1/2018), tim gabungan BPBD Langkat, Basarnas dan relawan masih melakukan pencarian terhadap dua lagi korban hanyut akibat mobil yang mereka tumpangi terjatuh di Sungai Wampu, Langkat saat hendak menyebrang menggunakan rakit pada Jumat (18/1/2019) kemarin. Kedua orang yang masih dalam pencarian adalah Kliwon (50) dan istrinya Nurhayati (48).
Kepala BPBD Kabupaten Langkat, Iwan Syahri, mengatakan pencarian dilakukan mulai pukul 07.00 WIB pagi. Dalam pencarian tersebut tim gabungan akan menyusuri hilir sungai untuk mencari dua orang korban tersebut.
“Untuk pencarian kita akan mulai dari titik jatuhnya mobil tersebut dan akan menyusuri hilir Sungai Wampu yang diperkirakan korban tersebut hanyut terbawa arus beberapa ratus meter dari lokasinya,” ungkapnya.
Iwan menuturkan bahwa saat ini kondisi sungai sedang tinggi dan arus sungai deras.
“Namun, tim gabungan yang berjumlah 12 orang terus menyisir hilir sungai dengan menggunakan perahu karet untuk mencari korban tersebut,” tuturnya.
Untuk diketahui bahwa peristiwa terjatuhnya mobil Taft warna putih BK 1810 PC tersebut terjadi saat mobil yang berisikan tujuh orang penumpang terjatuh dari rakit penyeberangan di Sungai Wampu, kawasan Dusun V Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat pada Jumat (18/1) sore.
Akibatnya lima orang penumpang yang berada di mobil tersebut meninggal dunia karena tidak bisa keluar dari mobil itu, lima orang yang meninggal tersebut adalah Suyadi Kudo Kusmono (68) pemilik mobil, Sarimem (78), Sujoko Arta Winata alias Tata (4), Riski (9), dan April (4).
Semua korban tersebut merupakan warga Desa Setungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.(MT/P03)







