Bagansiapiapi, POL | Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Suyatno menghadiri acara syukuran atau semah lokasi taman hutan kota yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rohil Jalan Kecamatan Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Bagansiapiapi, Senin (6/7/2020).
Selain Bupati H. Suyatno hadir juga Pj Sekdakab Rohil, HM Job Kurniawan, S.Ap, Kepala DLH, Suwandi, S.Sos, Kepala BPKAD Syafruddin dan pejabat lainnya.
“Hari ini kita mendapat undangan acara syukuran sekaligus semah lokasi taman hutan kota, karena merupakan kawasan hutan yang belum pernah dilalui manusia,” kata Bupati Rohil dalam pidatonya.
Khusus kepada Kepala DLH, Bupati Suyatno menginstruksikan agar pekerjaan-pekerjaan tahun 2020 segera dituntaskan, karena kegiatan lainnya akan dilanjutkan dan masih menunggu lagi APBD-P. “Kerjakan dan tuntaskan secepatnya kegiatan APBD 2020 murni, “ kata H. Suyatno.
Suyatno menambahkan, masih banyak pekerjaan-pekerjaan untuk membenahi taman hutan kota yang cukup asri dan terletak di jantung kota dengan luas lebih kurang empat hektar tersebut.
“Taman ini sangat menarik dan menambah ikon daerah Rokan Hilir. Oleh sebab itu taman hutan kota ini harus tetap dipertahankan kelestariannya,” sebut Bupati Rohil.
Suyatno juga mengharapkan agar DLH mencari berbagai jenis pohon hutan yang ada di dunia khususnya hutan tropis untuk ditanam di taman hutan kota ini.
Pada acara yang sama, Kepala DLH Rohil, Suwandi S.Sos memaparkan, proyek taman hutan kota sudah berjalan 50-60 persen dan direncanakan bulan ini selesai sesuai dengan kontrak yang sudah ditanda tangani.
“Hari ini kami mengundang Pak Bupati untuk hadir disini. Memang udah niat dari awal pada saat pembangunan taman hutan kota ini kita akan syukuranlah, kalau bahasa kampungnya disemah karena dulunya daerah ini adalah sebuah kawasan yang sudah lama tidak dikelola, jadi mungkin kita minta restulah kepada Allah agar semua kegiatan disini dapat berjalan dengan baik,” kata Suwandi.
Sejauh ini, tambah Suwandi, tidak ada kendala cuma faktor cuaca, kadang-kadang hujan, sehingga menyebabkan material tersendat masuk ke lokasi pembangunan.
“Luas taman hutan kota ini, tadi Pak Bupati menyampaikan empat hektare tapi kami koreksi lebih kurang enam hektare, karena kami hitung kemaren, ukurannya 200×300 jadi lebih kurang enam hektarlah,” tutup Suwandi







