• Redaksi
  • Hubungi Kami
Jumat, 6 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kasak-kusuk

Profil Arya Sinulingga, Staf Khusus Erick Thohir

Editor: admin
Selasa, 7 Juli 2020
Kanal: Kasak-kusuk

Editor:admin

Selasa, 7 Juli 2020
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang komunikasi publik Arya Sinulingga. (Foto: bipol.co)

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang komunikasi publik Arya Sinulingga. (Foto: bipol.co)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta,POL | Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang komunikasi publik Arya Sinulingga menjadi sosok terdepan menepis isu-isu miring terkait Erick Thohir.

Terbaru, dia dengan tegas membantah kabar yang menyebut Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal menggantikan Menteri BUMN Erick Thohir. Arya menyatakan hal tersebut merupakan berita bohong.

Profil Arya Sinulingga
Sebelum ditunjuk sebagai stafsus BUMN, pria kelahiran Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, 18 Februari 1971 lebih dikenal sebagai ahli kebijakan media. Dia sudah beberapa kali memegang jabatan penting di perusahaan media.

Namanya mulai dikenal sejak menjadi salah satu aktivis 98 mewakili Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah lulus, bersama salah satu dosennya di ITB, Arya mencoba membuka usahanya sendiri. Perusahaan miliknya cukup berkembang dan memiliki sekitar 40 karyawan.

Di tanah kelahirannya, Alumni SMAN 1 Medan ini juga pernah dipercaya menduduki posisi sebagai staf ahli Ketua DPRD Sumatera Utara (2001-2004). Namun, setelah tiga tahun menjabat sebagai staf ahli DPRD Sumut, Arya mencoba peruntungannya dengan mengikuti seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut.

Melalui proses seleksi tersebut, mahasiswa jurusan Teknik Sipil ITB (1989-1995) ini pun terpilih sebagai anggota KPID Sumut. Di sana, Arya banyak belajar hal-hal terkait regulasi penyiaran. Sejak saat itu, dia dikenal sebagai ahli kebijakan media, hingga membawanya menjadi konsultan media.

Beberapa tahun kemudian, Arya menerima tawaran bergabung di salah satu perusahaan televisi berbayar Indovision. Tanpa pikir panjang, Arya mengambil kesempatan tersebut.

Di perusahaan media yang merupakan bagian dari media MNC itu, Arya dipercaya memegang berbagai posisi penting, seperti “corporate secretary” Indovision, Dirut Majalah Sindo Weekly, Direktur Global TV, Direktur pengelola satelit MNC, Pimpinan Redaksi, corporate secretary di MNC Group, Direktur Corporate Secretary MNC Group, dan terakhir sebagai Direktur Pemberitaan MNC Group.

Masuk Dunia Politik
Pada 2014, Arya pernah tergabung dalam tim sukses Prabowo-Hatta. Namun pada 2019, dia berbalik arah dengan menjadi salah satu tokoh sentral di Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Amin.

Pada 5 November 2019, Arya dipercaya sebagai stafsus BUMN. Sejak saat itu, Arya menyatakan mundur dari Partai Perindo untuk menjaga profesionalitas.

“Kita akan membenahi narasi-narasi di BUMN-BUMN supaya lebih baik kepada masyarakat. Apalagi nilai sebuah perusahaan sering sekali sangat tergantung kepada persepsi yang diterima oleh publik,” ujar Arya.

Tak lama setelah penunjukannya sebagai stafsus BUMN, pada 25 November 2019, Arya kembali dipercaya untuk menduduki kursi komisaris PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Arya mengatakan posisi tersebut kosong usai ditinggalkan Fajar Harry Sampurno yang diberhentikan dari Deputi Kementerian BUMN

“Baru dirut dan komisaris. Dirutnya Pak Orias, komisarisnya tambah satu, Arya Sinulingga,” ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 25 November 2019.

Dalam suatu kesempatan, Arya pernah mengatakan semenjak dirinya menjabat sebagai stafsus BUMN, dia mengaku beberapa kali dilobi dan dikirimi curriculum vitae oleh banyak oknum yang memimpikan jabatan penting di BUMN.

Secara tegas, Arya menyatakan kalau hal tersebut bukanlah kewenangannya. Arya lantas mengutip perkataan Erick Thohir perihal syarat untuk dapat dipercaya menduduki posisi penting di BUMN, yaitu performa dan manajemen yang baik.

“Aku saja entah dilobi berapa direktur, aku aja bingung entah apalah kekuasaanku di BUMN, itu pun dilobi. Banyak kali lobi-lobi, tolong kepada teman-teman yang mau kirim CV, jangan lagi, enggak ada gunanya kirim CV ke saya, cape bang, banyak banget CV,” ujar Arya dalam acara Indonesia Lawyers Club, Selasa, 10 Desember 2019. (tag)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Profil Arya SinulinggaStaf Khusus Erick Thohir
Berita sebelumnya

DPRD Provsu Kunker ke Langkat

Berita selanjutnya

Terima Audiensi IPQAH Kota Medan, Akhyar Harap IPQAH Semakin Solid dan Profesional  

TERBARU

Warga Ransel Diamankan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu Saat Bermain Judol di Warnet 

Kamis, 5 Maret 2026

Menekan Angka Stunting, Pemkab Labuhanbatu Salurkan Bantuan Program GENTING Tahap III 2026

Kamis, 5 Maret 2026

Pertama di Indonesia, Rico Waas Luncurkan Medan Rabu Walk-In Interview

Rabu, 4 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd