• Redaksi
  • Hubungi Kami
Jumat, 27 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Ratusan Ayam Mati Mendadak di Tapanuli Utara

Seperti Kehausan, Diberi Air Justeru Semakin Cepat Mati

Editor: editor
Selasa, 7 Juli 2020
Kanal: Daerah

Editor:editor

Selasa, 7 Juli 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Taput, POL | Ratusan ekor ternak ayam mengalami mati mendadak di wilayah Kecamatan Tarutung dan Siatasbarita, Kabupaten Tapanuli Utara, dengan ciri penyebab kematian yang terlihat seperti kehausan, menggigil, hingga feses yang mengapur.

“Lebih dari dua ratus ekor ayam dilaporkan mengalami mati mendadak setelah mengalami kondisi seperti kehausan, menggigil, hingga feses yang mengapur,” terang Longgos Pandiangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Taput, Selasa (7/7).

Disebutkan, ciri penyebab kematian ternak ayam yang diawali kondisi seperti kehausan hingga feses yang berwarna putih seperti mengapur sangat berbeda dari ciri kematian yang ditimbulkan virus newcastle disease penyebab penyakit tetelo atau penyakit peok pada ternak ayam.

“Setelah berselang tiga hari, ternak ayam langsung mati mendadak dengan ciri penyebab kematian yang masih asing,” sebutnya.

Menurut Longgos, penyakit tetelo yang menyerang ternak ayam, secara lazim mengakibatkan kondisi jengger jengger berwarna pucat, ayam menjadi lesu, kotoran berwarna kebiruan, dan kepala ayam seperti tengleng.

“Akan tetapi, hal ini beda, ayam terlihat seperti kehausan, namun saat diberikan air minum, justru mempercepat kematiannya,” jelasnya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Taput, Rony Hutasoit, yang ditemui terpisah mengatakan, pihaknya akan berupaya meneliti penyebab kematian ternak dimaksud.

“Saat musim pancaroba, seperti saat ini, banyak jenis penyakit yang menyerang ternak ayam. Kita belum bisa memastikan penyebabnya sebelum melakukan pembedahan langsung atas ternak yang menjadi korban,” ujarnya.

Dia menyarankan, untuk mengetahui penyebab pasti kematian ternak, setiap bangkai ternak ayam mati diminta untuk tidak langsung dibuang, agar bisa diteliti melalui pembedahan.(Nas/In)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Ayam Mati MendadakKadis KetapangLonggos PandianganPemkab TaputTapanuli Utara
Berita sebelumnya

Informasikan Kakek 77 Tahun Meninggal Covid-19, Jubir GTPP Asahan Akui Keliru dan Minta Maaf

Berita selanjutnya

Korban Puting Beliung di Toba Terima Bantuan dari Yayasan Dell

TERBARU

Wali Kota Medan Targetkan Perbaikan Total 31 Faskes Dalam Waktu Dekat, 3 di antaranya Dibangun Ulang

Kamis, 26 Maret 2026
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menghadiri Halal Bihalal Pemkab Deli Serdang, Rabu (25/3/2026). Momentum halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pascaIdulfitri, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Deli Serdang yang lebih baik. (Daniel Ginting)

Halal Bihalal Pemkab Deli Serdang Perkuat Sinergi Pemerintah, Mitra dan Masyarakat

Kamis, 26 Maret 2026
Ruang Tunggu Polres Toba. (IST)

Pembangunan Ruang Tunggu Polres Toba Melewati Kontrak

Kamis, 26 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd