• Redaksi
  • Hubungi Kami
Minggu, 29 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Faktor Penyebab Matinya Hewan Ternak di Siborongborong Ulah Binatang Buas, Bukan Mistis

Editor: Editor
Kamis, 25 Juni 2020
Kanal: Daerah

Editor:Editor

Kamis, 25 Juni 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Tarutung, POL | Polres Taput bekerjasama dengan Puslabfor Poldasu telah berhasil mengungkap faktor kematian hewan peliharaan warga Desa Pohan Tonga Siborongborong bukanlah mistis melainkan binatang buas.

Setelah menerima informasi tersebut,  Bupati Taput anuli Drs. Nikson Nababan ,MSi langsung saja menggelar pertemuan dengan Forkopimda Taput di rumah dinas Bupati Tsput,Kamis (25/06/2020).

Dari unsur Forkopimda yang hadir antara lain Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat, SH, Dandim 0210/TU Letkol Czi.Agus Widodo, Kapolres Taput AKBP Jonner  Samosir, Kajari Tatang Darmi, Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan, Ketua Pengadilan Negeri Zefri Mayeldo Harahap bersama Ketua Pengadilan Agama Tarutung.

Menyikapi perkembangan kasus kematian ternak yang terjadi Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborong-borong, sesuai informasi Kapolres bersama tim Puslabfor Polda Sumatra Utara dengan hasil temuan di lapangan bahwa kejadian ini bukan mistis. Murni adalah ulah binatang buas.

“Selanjutnya kita akan tetap melaksanaan pemburuan dengan membuat jebakan dan pemantauan melalui pemasangan CCTV di sekitar lokasi” , ucap Nikson.

Bupati Taput itu menjelaskan,  kejadian yang sama pernah terjadi pada tahun 2017, 2018 dan 2019 . Waktu itu  tidak dilaporkan para peternak kepada Pemerintah. Kita harapkan masyarakat tetap waspada dan tetap melakukan perburuan.  Kalau ada korban hewan baru segera laporkan kepada Pemerintah dan TNI-Polri untuk segera di autopsi apa penyebab kematiannya.

Forkopimda mengimbau kepada masyarakat agar tidak keliru dengan menyebutkan bahwa penyebab kematian ternak ini jangan dikaitkan lagi dengan mistis apalagi unsur kriminalitas.

“Ini murni akibat binatang buas. Kita akan upayakan sampai binatang buas ini tertangkap dan dimusnahkan sehingga masyarakat dapat kembali nyaman untuk melakukan aktifitas terutama untuk beternak”,  ujar Bupati Nikson sekaligus mengklarifikasi adanya kekeliruan tentang penyebab kematian ternak warga.

Petugas Bidang Labfor Polda Sumut AKP Rafles Tampubolon yang turun bersama Polres Taput menjelaskan , penyebab kematian ternak tersebut adalah murni ulah binatang buas.

“Saat peninjauan TKP kami melihat ada pola kerusakan kandang sebagai jebakan dengan tarikan dan dorongan dari bawah tanah.  Kami juga investigasi para peternak termasuk warga sekitar mereka mengatakan melihat hewan mirip anjing.

Kesimpulan kami bahwa pelaku pembantaian terhadap ternak adalah binatang buas mirip seperti anjing namun lebih besar dari anjing pada umumnya. Ini juga sesuai dengan hasil  analisa dari foto-foto untuk melihat pola cakaran dan koyakan pada bangkai hewan yang mati.

Menurut Rafles ,pihak BKSDA Sumut nantinya menyimpulkan hewan apa nama pemangsa ternak warga.  Pihak Puslabfor telah berkordinasi dengan BKSDA Sumut terkait pemangsa ternak warga,baik jenis  rambut dan jejak kaki, kata Rafles menjelaskan. (POL).

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Binatang BuasPenyebabSiborongborongTernak
Berita sebelumnya

Uji Coba Vaksin Corona Masuki Tahap Akhir, Siapa yang Pertama Mendapatkannya?

Berita selanjutnya

Premium Pertalite Tidak Benar Dihapus…

TERBARU

Wali Kota Medan Buka Peluang Emas Investor India Masuk ke Medan

Minggu, 29 Maret 2026
Bupati dr Asri Ludin Tambunan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr Hanip Fahri MM MKed (KJ) SpKJ saat membuka Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M yang diselenggarakan Kantor Kementerian Haji dan Umrah. (DS)

562 Calon Jemaah Deli Serdang Ikuti Manasik Haji Terintegrasi

Sabtu, 28 Maret 2026

UMKM Jadi Prioritas, Rico Waas Dorong Pelaku Usaha Medan Naik Kelas dengan Penguatan Digitalisasi

Sabtu, 28 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd