Beginilah nasib Suginur (30), warga Sampang (Madura) ini. Dia jadi korban balas dendam membara lelaki tetangga sendiri, Mohar (38). Suginur maksudnya menolong bini tetangga yang kesepian, tapi Moharnya tak sudi istrinya dikerjai saat dia jadi TKI Malaysia. Maka begitu tahu istrinya dihamili Suginur, langsung saja dieksekusi.
Tolong menolong antartetangga, itu sudah menjadi adab bangsa ketimuran. Tak punya uang lalu pinjam tetangga, itu biasa, terlebih di masa susah ekonomi sekarang. Begitu juga ketika tetangga tak punya beras,
lalu dikirim nasi sebakul, juga sudah biasa. Bahkan hadis Nabi mengatakan, percuma haji seseorang jika saat berangkat ke Mekah ada tetangga kelaparan.
Tapi bagaimana jika tetangga kesepian karena jauh dari suami? Harus bagaimana caranya memberikan pertolongan? Ditolong sama saja berzina, tak ditolong masak ada “rejeki” dibiarkan mubazir? Hal ini sungguh membuat pusing atas-bawah, luar-dalam Suginur.
Di kampungnya Suginur memang masih hidup membujang dalam usia kepala tiga. Tak jauh dari rumahnya, tinggal keluarga Mohar-Rojah. Tapi sudah beberapa tahun ini dia melihat Rojah ‘bersolo karier’ karena suaminya bekerja jadi TKI di negeri jiran Malaysia. Pulangnya kapan belum tentu, mungkin juga seperti Bang Toyib, nunggu 3 kali Lebaran dulu. Itu pun belum tentu!
Melihat perempuan “nganggur” sebetulnya hal biasa. Tapi karena kecantikan Rojah, masih salah satu yang terbaik di kelasnya, Suginur jadi gundah gulana. Bodinya yang semlohai atau seksi menggiurkan, sekel nan cemekel, onderdil masih oke, membuat Suginur jadi selalu terkenang-kenang. Ingin dia dekat dan langsung test drive Rojah, tapi kata BNPB jarak minimal harus 1 meter.
Menurut ahlinya ahli, intinya inti, wanita jauh dari suami itu selalu kesepian, bahkan kata orang Surabaya, dadi randha ngentekna klasa. Padahal dilihat dari gerak geriknya Rojah juga sangat merindukan kehangatan. Kehangatan yang hakiki, melebihi hangatnya kompor gas melon 3 Kg. Bisa-bisa sampai meledak… Duarrr!
Di kala Suginur dalam kegalauan, setan yang selalu lolos dari karantina maupun lokckdown, tiba-tiba menghampiri dan membisiki. Katanya, kasihan Rojah dimakan rasa sepi tak berujung. “Dalam perspektif setan, mengeloni bini tetangga itu sah-saja kok Bleh,” seru setan dalam batin Suginur.
Nah, karena dorongan setan yang maha ngawur tersebut, Suginur jadi mulai berani. Dia mencoba mendekati rumah Rojah. Dan ternyata benar, bini Mohar itu sangat merindukan kehadirannya. Maka tanpa menunggu putaran kedua, dua anak manusia itu tenggelam dalam asmara darah muda. Aturan physical distancing tak dipedulikan lagi. Jangankan jarak minimal 1 meter, setengah Cm antar perut keduanya juga nggak ada. Nempel kayak perangko, brooow!
Ternyata pelanggaran physical distancing itu berakibat fatal, tahu-tahu Rojah hamil. Saat Mohar pulang beberapa minggu lalu dia kaget, bagaimana mungkin ditinggal lama di Malaysia bini kok hamil? Mana mungkin “bibit unggul” bisa dikirim lewat Gosend atau bahkan Ojol internasional?
Rojahpun diinterogasi, siapa yang jadi dalang pelakunya. Merasa terdesak dan tersudut karena bukti sudah membunting, Rojah pun lalu menyebut nama.
Begitu dendamnya Mohar, dia langsung mengajak sejumlah rekannya untuk mengeksekusi Suginur di atas mobil. Tragis, Mayatnya kemudian dibuang di daerah Kebomas, Gresik. Seminggu kemudian terungkap pembunuhan itu dan Mohar Dkk ditangkap.
Mohar jadi tenaga kerja luar negeri, istri buat penyaluran tenaga kuda tetangga.(Psk)







