Medan, POL | Di tengah pandemi Covid-9, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) Virtual pertama diikuti 500 peserta terdiri dari Pengurus Besar, Para Ketua PGRI provinsi dan kabupaten/kota serta pengurus APKS PGRI, Selasa (7/4/2020).
Ketua PGRI Sumatera Utara Drs Abdul Rahman Siregar didampingi Ketua Biro Organisasi dan Kaderisasi Drs Iskandar Lubis MPd, Ketua PGRI Kota Medan Drs Sriyanta MPd, Sekretaris Andy Yudhistira MPd serta para pengurus PGRI Kabupaten/Kota lainnya juga mengikuti dalam rangka mensukseskan Rakornas Virtual tersebut.
Rahman Siregar mengatakan dalam situasi sesulit apapun PGRI tetap berperan aktif mencerdaskan anak bangsa dan terus mendorong para guru untuk menjadi Pejuang bangsa dalam mencerdaskan anak bangsa. PGRI yang dilahirkan sejak kemerdekaan Indonesia bersama TNI tetap solid membantu Pemerintah dalam dunia pendidikan.
“Rakornas virtual sangat penting sekali di lakukan di zaman era tehnologi ini yang membuktikan bahwa PGRI sebagai organisasi Profesi Guru dan Pejuang ini dapat membantu Pemerintah dalam situasi apapun di negeri ini,” katanya.
Rahman minta kepada seluruh Pengurus PGRI di Sumatera Utara baik propinsi, kabupaten dan kota untuk terus bersinergi bersama dengan Pemerintah setempat membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.
PGRI Sumatera Utara sangat senang dan gembira pada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan cepat dan tanggap dalam upaya membasmi dan memutus penyebaran virus tersebut di daerah ini.
“Sekali lagi kepada Ketua PGRI Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara terus rogram Pemerintah daerah , untuk lingkungan sekolah supaya bersih,” kata abdul Rahman.
Dia mengatakan, beberapa poin penting hasil Rakornas antara lain; memmberi apresiasi kepada tenaga media dan medis atas komitmen dan dedikasinya menjadi pahlawan kemanusiaan di tengah pandemi.
Meminta pemerintah segera menyusun Panduan Mengajar Jarak Jauh bagi guru, siswa, dan orang tua, sehingga pembelajaran tetap efektif tanpa menimbulkan kebosanan atau kelelahan bagi siswa. Guru memiliki alternatif model mengajar daring maupun luring. Orang tua merasa nyaman selama mendampingi anak-anaknya belajar.
Mengusulkan guru honorer yang belum memiliki SK Kepala Daerah maupun yang belum memiliki NUPTK dapat diberikan honor dari dana BOS, melalui Pengakuan SK Kepala Sekolah serta Mengusulkan dana UN yang ditiadakan dialihkan untuk penanggulangan Covid 19 dan untuk incentive honorer.
Memerintahkan agar pengurus PGRI di semua tingkatan dapat membentuk Crisis Centre dan Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS), berkoordinasi dengan pemerintahan daerah setempat, dan membuat dan menyebarkan Konten dan Model-model Pembelajaran Jarak Jauh.
Crisis Centre juga membantu pemerintah, Pemda, masyarakat, khususnya guru honorer dan guru 3T dalam turut serta memerangi covid-19. “Serta mengimbau PGRI di seluruh tingkatan melakukan aksi solidaritas terhadap masyarakat terdampak wabah pandemi corona,” katanya.
Drs Abdul Raman Siregar juga mengajak seluruh Pengurus PGRI Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara untuk melaksanakan hasil Keputusan Rakornas virtual yang dilaksanakan di seluruh Indonesia yang di ikuti 500 orang, tanggal 7 april 2020 selama 4 jam.
Dia mengatakan, ada tiga Keputusan yang sangat penting dalam Situasi virus corona yakni pertama seluruh Pengurus PGRI Propinsi dan Kabupaten dan Kota untuk segera membuat Crisis Center di daerah masing masing dalam membantu Program Pemerintah
Kedua, seluruh Pengurus PGRI Propinsi Kabupaten dan Kota untuk tetap memperjuangkan kesejahteraan Guru honor untuk di bayarkan tepat waktu.
Selanjutnya seluruh Pengurus PGRI Propinsi, Kabupaten/Kota untuk terus memperjuangkan nasib Guru 3 T (Guru yang bertugas di daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil) untuk tetap mendapatkan Tunjangan Kesejahteraannya.
“Dalam kondisi yang sangat sulit ini mari kita tingkatkan Solidaritas dan Perjuangan kita dalam membela nasib Guru,” imbuh Ketua PGRI Sumut Abdul Rahman Siregar. (POL/LUKMEN)







