• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 22 Juli 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

WKI Kolaborasi Kaukus Perempuan Parlemen RI Gelar Seminar Peran Wanita Karo Dalam Pewarisan Nilai Budaya

DR Badikenita Br Sitepu SE SH MSi: Perempuan Karo Pilar Keberlanjutan Budaya

Editor: Editor
Rabu, 22 Juli 2026
Kanal: Kota

Editor:Editor

Rabu, 22 Juli 2026
Ketua KP2 RI sekaligus Ketua Komite II DPD RI, Dr Badikenita Sitepu, SE MM yang menjadi keynote speaker dalam seminar Peranan Wanita aro dallas Pewarisan Budaya. (IST)

Ketua KP2 RI sekaligus Ketua Komite II DPD RI, Dr Badikenita Sitepu, SE MM yang menjadi keynote speaker dalam seminar Peranan Wanita aro dallas Pewarisan Budaya. (IST)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Wanita Karo Indonsia (WKI) berkolabrasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen RI menggelar seminar bertema: “Peran Wanita Karo Dalam Pewarisan Nilai Budaya” dengan subtema: Wanita Karo sebagai penjaga warisan budaya: menguatkan peran, mewariskan nilai, membangun generasi berbudaya.

Ketua Komite II DPD RI, Dr Badikenita Br Sitepu SE SH MSi yang menjadi keynote speaker dalam acara ini menyebutkan, perempuan Karo memiliki kedudukan yang sangat istimewa dan strategis, baik dalam tatanan adat maupun kehidupan bermasyarakat.

“Perempuan Karo adalah pilar keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman. Secara adat, perempuan Karo memegang peranan penting dan memiliki level yang tinggi. Karakter dasar perempuan Karo adalah mandiri dan independen,” ujar Badikenita.

Ia juga membagikan catatan kritis dan pengalamannya terkait dinamika kepemimpinan perempuan, termasuk berbagai tantangan serta hambatan kultural maupun usia yang kerap dihadapi saat menduduki posisi strategis di tingkat nasional.

Lewat rekam jejaknya mulai dari kepemimpinan di tingkat parlemen hingga berbagai organisasi nasional, Badikenita mengajak seluruh perempuan Karo untuk tidak gentar menghadapi tantangan zaman.

Dikatakan, suatu negara rusak bukan karena banyak orang jahat, tapi banyaknya orang yang benar diam. Untuk itu dia mengajak wanita Karo untuk mengambil peran aktif, menyiapkan kader untuk aktif dalam dunia politik.

“Jangan anti politik. Dukungan keluarga juga sangat berperan penting karena menambah kepercayaan diri yang luar biasa,” ungkap DR Badikenita Br Sitepu.

Sebelumnya Ketua WKI Prof Dr Maria Kaban dalam sambutannya saat pembukaan seminar berterimakasih kepada Dr Badikenita Sitepu yang memfasilitasi acara ini.

Dikatakan, tujuan acara ini dibuat untuk meningkatkan.pemahaman masyarakat mengenai peranan strategis wanita Karo dalam pewarisan nilai budaya. Mengidentifikasi bentuk-bentuk pewarisan budaya yang dilakukan wanita dalam kehidupan keluarga dan masyarakat serta mendiskusikan tantangan yang dihadapi wanita dalam menjaga keberlanjutan budaya Karo.

Selsin itu juga untuk membangun jejaring kolaborasi antar organisasi wanita perempuan, lembaga adat, akademisi, pemerintah dan masyarakat dalam pelestarian budaya.

Dia berharap perempuan Karo dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memberikan edukasi berkelanjutan kepada generasi muda, serta berani mengambil peran aktif dalam pengambilan keputusan demi kebaikan masyarakat luas.

Sedangkan Ketua Panitia Prof Eva Marlina Ginting mengatakan, acara ini dilakukan untuk berbagi pemikiran, pengalaman dan wawasan serta gagasan mengenai peran strategis wanita Karo dalam mewariskan budaya kepada generasi muda. Wanita Karo memiliki peran penting dan strategis dalam keluarga dan masyarakat, tidak hanya sebagai ibu dan pendidik pertama bagi anak-anak, tapi juga sebagai penjaga bahasa, adat istiadat, nilai-nilai budaya serta identitas budaya Karo.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, tantangan yang kita hadapi untuk menjaga jati diri budaya semakin besar. “Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama agar budaya Karo tetap hidup, berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” sebut Prof Eva Marlina Ginting.

Acara ini menghadirkan narasumber lintas profesi, yakni seniman Karo Saksi Sebayang, praktisi hukum Dr. Eli Eka Sari, SH MHum, serta akademisi Dr. Sri Alem Sembiring MSi. (Isvan)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kaukus Perempuan ParlemenPewarisan Nilai BudayaSeminarWanita KaroWKI
Berita sebelumnya

Forum Diskusi Pelayanan Publik UPT SPF SMP Negeri 2 Lubuk Pakam Terbentuk

Berita selanjutnya

Bupati dan Wabup Labuhanbatu Menyaksikan Prosesi Pengukuhan DPP, DPD GMPRDB Labuhanbatu, Labura, Labusel dan Paluta

TERBARU

Gubsu Bobby Tinggalkan Sidang Paripurna, Hj Anita Lubis: Mungkin Letih Pulang dari Nias

Rabu, 22 Juli 2026

Bupati dan Wabup Labuhanbatu Menyaksikan Prosesi Pengukuhan DPP, DPD GMPRDB Labuhanbatu, Labura, Labusel dan Paluta

Rabu, 22 Juli 2026
Ketua KP2 RI sekaligus Ketua Komite II DPD RI, Dr Badikenita Sitepu, SE MM yang menjadi keynote speaker dalam seminar Peranan Wanita aro dallas Pewarisan Budaya. (IST)

WKI Kolaborasi Kaukus Perempuan Parlemen RI Gelar Seminar Peran Wanita Karo Dalam Pewarisan Nilai Budaya

Rabu, 22 Juli 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd