• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 4 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Otomatif

Kendala Mobil Listrik: Dipakai Setahun, Harga Turun Ratusan Juta!

Editor: Suganda
Selasa, 8 Juli 2025
Kanal: Otomatif

Editor:Suganda

Selasa, 8 Juli 2025
Harga mobil listrik jatuh saat dijual menjadi mobil bekas, ini sangat dipengaruhi kondisi baterai. 

Harga mobil listrik jatuh saat dijual menjadi mobil bekas, ini sangat dipengaruhi kondisi baterai. 

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Membeli mobil listrik memiliki tantangan besar yang tak melulu soal ketersediaan infrastruktur. Masalah lain datang saat Anda ingin menjualnya usai satu tahun pemakaian dan menyadari nilainya turun jauh, bahkan sampai ratusan juta rupiah, dari harga beli.

Berdasarkan pantauan di situs jual beli online, harga mobil listrik bekas umumnya terjun bebas meski pemakaian relatif singkat dan kilometer masih tergolong rendah.

Misalnya BYD Seal Premium dan Seal Performance AWD yang kondisinya barunya dijual Rp639 juta dan Rp 750 juta. Selang satu tahun, harga model yang sama dalam kondisi bekas surut hingga Rp200 juta, menjadi sekitar Rp530 juta dan Rp545 juta.

Contoh lain, banderol Hyundai Ioniq 5 Signature Long unit 2024 sebesar Rp580 juta, padahal harga baru Rp844,6 juta.

Model lainnya, Chery J6 yang unit barunya sekarang Rp505,5 juta, model 2024 dilego Rp450 juta.

Founder National Battery Research Institute Evvy Kartini menilai anjloknya banderol mobil listrik bekas meski pemakaian relatif rendah dikarenakan faktor pertimbangan kekuatan baterai.

“Karena baterainya,” kata Evvy mengutip CNBC Indonesia, Senin (7/7).

“Misal anda pakai mobil listrik tiga tahun, orang yang mau beli pasti menghitung, sisa masa pakai cuma dua tahun, karena baterainya belum di-recycle, ganti baterai juga setengah harga mobil, jadi makanya turun, bukan bodi atau apa, jadi baterainya,” kata Evvy.

Kondisinya berbeda dengan kendaraan bermesin bensin atau diesel, sebab performa mobil listrik dianggap akan menurun setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu.

“Karena baterai punya lifetime, misal 1.000 cycle, ketika dipakai 500 cycle berarti sisanya 500, itu tidak bisa digantikan, dalam sekian tahun harus diganti, jadi itu yang menyebabkan harga mobil listrik jatuh,” ucap Evvy.

Ia menambahkan harga komponen baterai juga tergolong sangat tinggi, bahkan mendominasi nilai mobil itu sendiri. (CNN)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Ayah-Anak Pelaku Pembunuhan di Tanjung Selamat Ditangkap Polisi

Berita selanjutnya

PTPN IV Regional I Salurkan Bantuan TJSL Rp5,38 Miliar untuk 503 Objek di Sumatera Utara

TERBARU

Polres Simalungun Melakukan Diskusi dengan Forum Organisasi Masyarakat Sipil serta Petani

Selasa, 3 Februari 2026

Hadiri Wirid Yasin Akbar, Wabup Labuhanbatu Ajak Masyarakat Sucikan Diri Jelang Ramadhan

Selasa, 3 Februari 2026
Jalan dari simpang jalan negara menuju Desa Nagatimbul Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba. (IST)

Proyek Lapen PUTR Toba Tidak Bermutu, Kinerja Kadis Perlu Dievaluasi

Selasa, 3 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd